persiapan sebelum lari marathon
Sports

Persiapan Sebelum Marathon Wajib Pemula Ketahui

Inaya Candramaya 

Persiapan sebelum marathon apa saja yang harus dilakukan. Kegiatan lari jarak jauh kini sedang banyak menjadi trend apalagi di kalangan para artis, penyanyi, selebgram, dan masih banyak lainnya yang mencoba olahraga satu ini.

Bagi Anda yang baru tertarik untuk melakukan kegiatan olahraga seperti ini mungkin bisa melihat beberapa hal harus dipersiapkan sebelumnya. Menjadi bekal penting agar lari dengan jarak puluhan kilometer dapat berjalan dengan lancar.

Memahami Persiapan Sebelum Marathon Dilakukan

hal yang harus diperhatikan sebelujm lari marathon

Beberapa hal perlu dipersiapkan sebelum memulai memutuskan untuk terjun pada olahraga semacam ini. Walaupun seperti terlihat mudah hanya lari saja, namun di baliknya juga memiliki teknik tertentu agar kuat menempuh jarak puluhan kilometer jauhnya.

Anda akan memerlukan ketahanan fisik tinggi, karena untuk mencapai garis finish diperlukan endurance otot tidak biasa. Lari juga memiliki tekniknya sendiri sebagai strategi persiapan sebelum marathon apalagi bagi Anda baru mau memulai di bidang ini.

  1. Mempersiapkan Waktu untuk Latihan Lari

    Sebelum melakukan lari marathon untuk pemula biasanya diharuskan memiliki persiapan waktu setidaknya 10 hingga 20 minggu. Waktu digunakan sebagai masa latihan menempuh jarak cukup jauh sekitar 80 kilometer pada waktu empat bulan.

    Para pemula diwajibkan untuk mempersiapkan tenggat waktu sebelum hari h perlombaaan. Untuk mengetes kekuatan tubuh menempuh jarak lari terjauh. Sehingga akan membiasakan badan untuk bisa menerima jarak cukup jauh sebelum pelaksanaan.

    Apalagi pemula persiapan sebelum marathon, mengatur waktu ini sangat penting dilakukan. Jangan memaksakan mencoba mengikuti marathon mendadak apalagi belum memiliki pengalaman dibidangnya. Akan berisiko tinggi terjadi cedera pada kaki utamanya.

  2. Jadwal Rutin Melakukan Lari

    Setelah mempersiapkan beberapa minggu, sebaiknya digunakan untuk melakukan lari setidaknya 3-5 kali dalam seminggu. Lari secara konsisten di setiap minggunya akan membuat otot terbiasa untuk bekerja sedemikian rupa.

    Melakukan lari mulai dengan intensitas rendah atau pelan sedang stabil. Dilarang melakukan lari secara terlalu cepat dan menggebu gebu, justru marathon Anda harus berlari secara stabil hingga bisa menyesuaikan ritme lari dari para peserta lainnya.

    3-5 kali dirasa akan cukup dilakukan dengan konsisten. Menumbuhkan bagaimana persiapan sebelum marathon teknik paling dasar. Para pemula wajib memiliki jadwal untuk melakukan hal ini karena akan berpengaruh pada kondisi dan tingkat kekuatan.

  3. Mengkonsumsi Sumber Karbohidrat Cukup

    Selain menjaga dari kekuatan eksternal tubuh, dalam diri tubuh juga perlu adanya pengelolaan makanan khususnya sumber karbohidrat. Biasakan untuk mengkonsumsi seperti nasi, roti, gandum, sayuran bertepung yang dapat memberikan kekuatan dari dalam.

    Dengan mengkonsumsi semacam akan meningkatkan simpangan glikogen (energi), sebagai sumber utama kekuatan. Masa persiapan sebelum marathon perlu menjaga apa saja yang masuk dalam tubuh atau dikonsumsi selama menuju kegiatan. Minum air putih banyak serta jangan mencoba mengkonsumsi jenis makanan baru atau bereksperimen.

    Karena meminimalisir terjadinya perubahan kondisi internal tubuh yang dapat mempengaruhi kinerja anggota tubuh lainnya. Lebih baik untuk tetap menjaga pola makan seperti biasanya. Apalagi pemula baru mau mencoba melakukan lari semacam ini.

  4. Melakukan Istirahat yang Cukup

    Istirahat menjadi waktu penting bagi tubuh untuk mengulang dan menyimpan energi agar dapat digunakan secara lebih maksimal. Jangan hanya berfokus kegiatan latihan secara terus menerus jadi harus tetap dibarengi dengan waktu istirahat cukup.

    Karena akan percuma, ketika persiapan sebelum marathon hanya intens berolahraga sedangkan waktu tidur kurang. 7-8 jam untuk tidur dalam sehari di malam harinya. Pemulihan otot dibutuhkan agar otot tidak terlalu kuat dan kaku bergerak secara terus menerus.

  5. Latihan Kekuatan Otot

    Menambah kekuatan otot dapat dilakukan dengan menambah kardio yaitu seperti olahraga menggunakan alat berat di gym, berenang, pilates dan olahraga lainnya. Membentuk otot baru dan mempertahankan kekuatan hingga hari pelaksanaan. Latihan otot bisa dilakukan di sela latihan utama yaitu lari. Mengisi di beberapa kesempatan bisa Anda gunakan untuk berenang sebentar guna menambah kardio tubuh.

  6. Menyiapkan Jenis Pakaian

    Pada dasarnya bahan pakaian untuk lari marathon sudah dikategorikan bahan menyerap keringat, ringan, juga tahan terhadap sinar matahari. Digunakan diluar ruangan udara luar penuh debu membuat pakaian tidak hanya sekedar nyaman namun, juga menjaga tubuh.

    Bergerak dengan leluasa dibutuhkan disini, sehingga pakaian harus bisa membebaskan badan untuk bergerak serta memudahkan sirkulasi udara. Menggunakan baju dan celana mudah kering, sepatunya juga menggunakan biasanya digunakan saja.

    Anda sebagai pemula disarankan menggunakan pakaian sesuai, nyaman, tidak berlebihan ketika marathon. Dapat mempengaruhi kecepatan waktu lari dan kualitas kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

  7. Mulai Lari Secara Bertahap

    Awal saat marathon Anda harus melakukan langkah demi langkah secara bertahap dan hati-hati. Tidak perlu langsung dengan kecepatan melainkan dimulai perlahan lalu baru Anda bisa meningkatkan intensitasnya secara lebih stabil dengan waktu tertentu.

Beberapa kegiatan itu perlu diperhatikan sebagai para pemula. Untuk meningkatkan kemudahan dan kelancarannya maka, persiapan sebelum marathon penting dilakukan serta dikelola dengan baik.

Recommended Posts

Awal Terciptanya Headphone, Bukan untuk Mendengarkan Musik
Sejarah

Awal Terciptanya Headphone, Bukan untuk Mendengarkan Musik

Kisah awal terciptanya headphone ternyata belum banyak diketahui oleh orang-orang pada umumnya. Headphone merupakan salah satu alat elektronik yang identik untuk mendengarkan musik karena dapat mendistribusikan audio dari pemutar musik. Namun, ternyata sejarah awal diciptakannya sebuah headphone bukan sebagai alat mendengarkan musik. Lantas, bagaimana? Simak sejarah kemunculan headphone hingga jadi alat paling sering dijumpai di […]

Inaya Candramaya 
Inilah 5 Aktivitas untuk Meningkatkan Produktivitas Lansia
Lifestyle

Inilah 5 Aktivitas untuk Meningkatkan Produktivitas Lansia

Meningkatkan produktivitas di masa lansia bukanlah hal yang mustahil. Dengan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat, lansia dapat menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Aktivitas yang terarah juga dapat membantu mereka tetap aktif dan merasa lebih berdaya. Artikel ini akan membahas lima aktivitas yang dapat dilakukan lansia untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Ini […]

Inaya Candramaya